2.1 Pembentukan Ikatan Ion
Perkembangan
munculnya teori ionisasi mendorong pernaharnan adanya senyawa ionik dan senyawa
kovalen atau nonionik. Senyawa ionik sederhan terbentuk hanya antara
unsur-unsur metalik dan nonmetalik yang keduanya sangat aktif. Dua
persyaratanpenting, yaitu energi ionisasi untuk membentuk kation dan afinitas
elektron untuk membentuk anion, harus lebih menguntungkan (favourable) ditinjau
dari pertimbangan energi. Ini bukan berarti kedua reaksi pembentukan ion-ion
tersebut harus eksotermik, tetapi lebih berarti bahwa reaksi tidak membutuhan
energi yang lebih besar. Jadi, persyaratan untuk terjadi ikatan ionik adalah
salah satu atom unsur harus mampu melepas satu atau dua elektron (jarang tiga
elektron) tanpa memerlukan banyak energi, dan atom unsur lain harus mampu
menerima satu atau dua elektron (hampir tidak penah tiga elektron) tanpa
memerlukan banyak energi. Oleh karena itu, ikatan ionik banyak dijumpai pada
senyawa dari logam golongan 1,2 sebagian 3, dan beberapa logam transisi dengan
bilangan oksidasi rendah, dan nonlogam golongan halogen, oksigen, dan nitrogen.
Semua energi ionisasi adalah endotermik, dan afinitas elektron untuk halogen
adalah eksotermik, tetapi untuk oksigen dan nitrogen sedikit endotermik.

